Lestarikan Warisan Leluhur, Paguyuban Jalur Jagat Dusun Brubuh Sukoreno Prigen Gelar Melekan di Punden Mbah Buyut Sumber dan Mbah Kinoyo

*PASURUAN, JAWA POSE* - Di tengah gempuran zaman modern, warga Dusun Brubuh, Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan masih teguh menjaga tradisi leluhur. Adalah Paguyuban Jalur Jagat yang secara rutin melestarikan budaya melekan di Punden Brubuh, petilasan nenek moyang yang sangat dikeramatkan, yakni Mbah Buyut Sumber dan Mbah Kinoyo.

Tradisi melekan atau terjaga semalam suntuk di punden ini bukan sekadar ritual biasa, melainkan wujud nyata nguri-uri budaya dan penghormatan kepada cikal bakal Dusun Brubuh.

Pantauan Jawa Pose di lokasi, puluhan warga yang tergabung dalam Paguyuban Jalur Jagat berkumpul di area Punden Brubuh dengan khidmat. Acara diawali dengan kerja bakti bersih-bersih punden, dilanjutkan dengan doa bersama, tahlil, dan kenduri selamatan.

"Kami dari Paguyuban Jalur Jagat punya tanggung jawab moral untuk melestarikan apa yang sudah diwariskan Mbah Buyut Sumber dan Mbah Kinoyo. Melekan ini adalah cara kami untuk mengingat asal-usul, memanjatkan doa agar Dusun Brubuh selalu diberikan keselamatan, ketentraman, dan rezeki yang melimpah," ujar Ketua Paguyuban Jalur Jagat Dusun Brubuh kepada Jawa Pose, Minggu malam (12/10/2026).

Menurut sesepuh dusun, Mbah Buyut Sumber dan Mbah Kinoyo dikenal sebagai tokoh babat alas atau pembuka pertama wilayah Brubuh. Sumber mata air yang sampai kini menjadi sumber kehidupan warga diyakini tidak lepas dari karomah beliau. Oleh karena itu, punden tersebut dijaga kesakralannya.

Budaya melekan sendiri biasanya digelar pada malam-malam tertentu seperti Malam Jumat Legi atau menjelang bersih desa. Warga duduk melingkar, menyalakan obor dan lampu teplok, sambil berbagi cerita sejarah dan pitutur luhur dari para sesepuh kepada generasi muda.

"Kami sengaja libatkan anak-anak muda agar mereka tidak lupa jati dirinya. Jangan sampai budaya ini punah. Kalau bukan kita yang jaga, siapa lagi? Paguyuban Jalur Jagat ini wadah kami untuk guyub rukun," tambahnya.

Kepala Dusun Brubuh sangat mengapresiasi kegiatan positif tersebut. Ia menilai tradisi melekan di punden mampu mempererat tali silaturahmi dan gotong royong antar warga yang selama ini mulai luntur.

Dengan adanya kegiatan rutin Paguyuban Jalur Jagat ini, Punden Brubuh tidak hanya menjadi situs sejarah, namun juga menjadi pusat edukasi budaya dan spiritual bagi warga Sukoreno Prigen dan sekitarnya.

*Penulis: Tim Jawa Pose Prigen*
*Editor: Redaksi*

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama